Berdasarkan laporan pembaruan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan 43.000 warga Palestina mengalami cedera yang mengubah hidup secara permanen (life-changing injuries). Kasus kehilangan kaki, tangan, dan lumpuh menjadi jenis disabilitas fisik yang paling mendominasi akibat dampak langsung ledakan, serangan udara, dan krisis medis.
Berikut adalah data spesifik berdasarkan rincian medis dari WHO:
*Kehilangan Kaki dan Tangan (Amputasi)*
Lebih dari 5.000 hingga 6.000 orang telah kehilangan satu atau beberapa anggota gerak tubuh mereka akibat amputasi. Sekitar 10.000 anak-anak di antaranya kini harus hidup dengan disabilitas baru ini. Berdasarkan analisis, sekitar 76% dari total kasus amputasi adalah kehilangan kaki (anggota gerak bawah), sementara sisanya merupakan kehilangan tangan atau lengan

*Lumpuh Total atau Sebagian (Cedera Saraf Pusat)*
Tercatat lebih dari 2.000 orang mengalami kelumpuhan akibat kerusakan sumsum tulang belakang (spinal cord injury). Selain itu, lebih dari 1.300 orang mengalami kelumpuhan sensorik dan motorik akibat cedera otak traumatis berat (traumatic brain injury) yang dipicu oleh hantaman reruntuhan bangunan atau serpihan rudal.
*Cedera Parah pada Ekstremitas*
Terdapat lebih dari 22.000 kasus cedera hancur otot dan patah tulang kompleks pada tangan dan kaki. Tanpa penanganan rekonstruksi tulang yang cepat, luka-luka ini berisiko tinggi membusuk (infeksi) dan berujung pada tindakan amputasi tambahan

*Krisis Alat Bantu Fisik*
Saat ini para penyandang disabilitas fisik baru di Gaza menghadapi situasi krusial karena tidak adanya fasilitas rehabilitasi yang berfungsi penuh. Hambatan masuknya pasokan medis menyebabkan kurang dari 25% korban amputasi yang baru mendapatkan kaki atau tangan palsu permanen. Banyak korban kelumpuhan terpaksa merangkak atau dievakuasi tanpa kursi roda dan kruk yang memadai
Catatan :
10 % dana dikelola untuk operasional dan program